Rabu, 05 Agustus 2020

MASALAH POKOK EKONOMI


Timbulnya kelangkaan karena tidak terbatasnya kebutuhan yang terbentur oleh alat pemuasnya adalah salah satu masalah besar yang ada dalam lingkup ekonomi. Berdasarkan teorinya, masalah-masalah dalam ekonomi sejatinya dibagi menjadi dua yaitu masalah pokok ekonomi klasik dan masalah yang ada di dalam ekonomi modern. Apa saja ya maksudnya? Yuk, kita bahas!

1. Masalah Pokok Ekonomi Klasik

Menurut teori ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga permasalahan utama:

a. Masalah Produksi
Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia, maka barang dan jasa harus tersedia. Demi memenuhi hal ini, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang dibutuhkan masyarakat.

b. Masalah Distribusi
Masalah lain adalah bagaimana produk bisa terdistribusi secara baik hingga sampai ke tangan konsumen.


c. Masalah Konsumsi
Setelah barang dan jasa sampai di konsumen, permasalahan selanjutnya adalah; apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena tidak harganya tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bisa dijawab oleh produsen selaku pembuat produk. Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan.


2. Masalah Pokok Ekonomi Modern

Ada tiga masalah utama dalam ekonomi modern. Adapun masalah-masalah tersebut sebagai berikut:

a. Barang dan Jasa Apa yang Diproduksi dan Seberapa Banyak(what?)
Masalah pokok pertama yang penting dalam ekonomi adalah bagaimana produsen dapat menentukan barang dan jasa apa yang diproduksi. Selain itu, banyaknya jumlah produk juga harus diperhitungkan. Kenapa? Ini tentu karena kalau sampai salah perhitungan, produsen akan mengalami kerugian, bahkan, bisa bangkrut karena barangnya menumpuk sia-sia.

b. Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut(how?)
Setelah barang dan jasa sudah ditentukan jenis dan jumlahnya, maka masalah selanjutnya adalah teknik produksinya. Dengan sumberdaya yang ada, produsen harus bisa menentukan teknik produksi yang paling efisien untuk mereka. Berapa banyak jumlah karyawan. Teknik apa yang digunakan. Selain itu, produsen juga harus bisa menentukan apakah akan memproduksei dengan tenaga manusia, atau bantuan mesin.

c. Untuk Siapa Barang Tersebut Diproduksi? (for whom?)
Masalah ini menyangkut soal siapa yang memerlukan barang/jasa, dan, siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya. Pada dasarnya, keuntungan dari barang dan jasa yang diproduksi bukan hanya untuk konsumen saja. Melainkan ada pihak-pihak lain yang menerima keuntungan. Seperti misalnya, karyawan akan menerima pendapatan, pemilik bahan baku akan mendapat upah, pemilik modal akan menerima bunga modal, dan tentunya, produsen juga akan menerima keuntungan dari hasil penjualan produknya. Oleh karena itu, masalah ini sangat berkaitan dengan “siapa saja yang mendapat untung” dari diproduksinya barang dan jasa, sehingga produsen harus bisa menyelesaikan masalah ini.


KONSEP BIAYA PELUANG ( OPPORTUNITY COST )


Peluang dalam artian umum dipahami sebagai suatu kesempatan. Istilah ini juga dipakai dalam beberapa ilmu seperti matematika dan juga ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, kata peluang dipakai suatu kondisi biaya atas hilangnya kesempatan yaitu dikenal sebagai biaya peluang. Istilah ini tentu cukup akrab bagi banyak orang karena menjadi bagian dari materi pelajaran ekonomi. Namun bagi pekerja yang memang bergelut dibidang ekonomi seperti akuntan, pemahaman akan biaya peluang tentu harus lebih mendalam.

Berkaitan dengan biaya peluang, berikut akan kita bahas apa itu biaya peluang, apa ciri-cirinya, dan bagaimana cara menghitungnya. Agar pemahaman teoritis lebih aplikatif, akan dijabarkan pula bagaimana contoh perhitungan dari biaya peluang tersebut.

Pengertian Biaya Peluang

Biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan atas hilangnya kesempatan akibat pemenuhan suatu kebutuhan lain. Dalam bisnis, biaya peluang menjadi biaya ekonomi yang harus dikeluarkan untuk suatu kegiatan produksi barang atau jasa yang berkaitan dengan pilihan aktivitas lain yang dikorbankan. Dengan kata lain, biaya peluang diukur dari kebermanfaatan yang ditinggalkan untuk memilih kegiatan lain.

Mengutip pendapat Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, biaya peluang diartikan sebagai nilai suatu produk baik berupa barang atau jasa yang hilang dan paling memiliki nilai. Kondisi tersebut timbul karena keputusan dalam memilih biaya peluang dengan menetapkan satu hal dan menghilangkan sesuatu yang lain.

Penerapan biaya peluang sangat lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhananya adalah jika Anda ingin membuat makanan, maka Anda butuh lebih banyak bahan yang berakibat pada pengurangan produksi minuman. Pengorbanan ini terjadi lantaran ada keterbatasan sumber daya sehingga Anda diharuskan memilih dan berkorban untuk hal lain.

Manfaat Perhitungan Biaya Peluang

Di dalam ilmu ekonomi, perhitungan biaya peluang memberi beberapa manfaat yang diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Meminimalisasi Risiko

Sangat jelas bahwa kemampuan menghitung biaya peluang bermanfaat untuk meminimalisasi risiko. Apalagi dalam berbisnis, risiko selalu ada sehingga butuh perhitungan matang untuk memilih risiko terendah.

2. Membantu dalam Perhitungan Modal

Dalam menjalankan bisnis, modal menjadi faktor penting. Perhitungan modal juga harus memperhatikan risiko sehingga kemampuan menghitung biaya peluang menjadi sangat dibutuhkan. Melalui biaya peluang, kisaran modal bisa diprediksi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

3. Mempermudah Penentuan Prioritas

Menghitung biaya peluang akan sangat bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Hal ini lantaran pilihan bisnis akan sangat berkaitan dengan nilai ekonominya. Semakin menguntungkan, semakin besar peluang untuk dipilih.

4. Menghemat Pengeluaran Bisnis

Melalui perhitungan biaya peluang, maka perusahaan bisa menentukan pilihan terbaik dengan biaya terhemat. Biaya ini juga berkaitan dengan dana tambahan yang harus bisa diminimalisasi.
Ciri-Ciri Biaya Peluang

Biaya peluang juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri khusus. Berikut ciri-ciri biaya peluang yang dimaksud.
-  Biaya peluang dihitung tidak selalu berkaitan dengan uang. Biaya peluang juga bisa dikaitkan                dengan      waktu, rasa senang, keuntungan di masa datang, dan hal-hal lainnya.
-  Menentukan pilihan biaya peluang akan sangat tergantung pada maksud dan kondisi masing-masing       orang atau perusahaan.


Biaya peluang memiliki banyak kemungkinan (possibility) terkait dengan kegunaannya.
Biaya peluang biasanya merupakan kebutuhan sekunder atau tersier.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Apa yang Anda lakukan jika menghadapi situasi biaya peluang? Terdapat dua hal yang bisa dilakukan sebagai cara menghitung biaya peluang, yaitu:

1. Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang dikorbankan alias yang tidak dipilih.
2. Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang terbaik yang dikorbankan.


Pada intinya, ketika dihadapkan pada dua atau lebih pilihan maka kita akan memilih yang lebih memberi keuntungan. Berkaitan dengan ekonomi, maka keuntungan itu erat kaitannya dengan biaya. Jika dikaitkan lagi kegiatan produksi, maka pilihan yang diambil adalah yang bisa menghasilkan produk terbanyak berdasar sumber daya yang dimiliki.

Sebagai contoh sederhana, A mendapat tawaran pekerjaan di dua kota berbeda yaitu Kota Jakarta dengan gaji Rp 7.000.000 perbulan dan Kota Bogor dengan gaji Rp 5.000.000 perbulan. Namun, berdasarkan perhitungan biaya hidup, A akhirnya memilih bekerja di Kota Bogor meskipun gajinya lebih kecil. Ini artinya, biaya peluang yang diambil A adalah sebesar Rp 7.000.000 karena nilai itulah yang dikorbankannya (tidak dipilih).

Contoh Menghitung Biaya Peluang

Agar lebih mudah memahami konsep biaya peluang ini dalam dunia bisnis, berikut ilustrasi kasus terjadinya biaya peluang yang dihadapi suatu perusahaan produksi.

Perusahaan X memiliki modal Rp600.000. Biaya untuk membuat barang A adalah sebesar Rp100.000 per item dengan untung setelah dijual Rp20.000 per item. Sedangkan untuk membuat barang B biayanya Rp200.000 per item dengan untung Rp30.000 per item. Perusahaan X harus membuat kedua jenis barang tersebut dan harus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Maka, berapa biaya peluang yang diambil perusahaan X berdasar kombinasi produksi terbaik yang bisa dipilihnya?

Menjawab pertanyaan di atas, maka perhitungan biaya peluang akan lebih mudah jika menggunakan tabel kombinasi sebagai berikut.

Kombinasi

Jumlah BarangA

Jumlah Barang B

Biaya yang Dikeluarkan

Keuntungan

Rp 100.000

Rp 200.000

1

4

1

600.000

110.000

2

3

1

500.000

90.000

3

2

2

600.000

100.000

4

1

2

500.000

80.000


Berdasarkan tabel di atas, kombinasi 2 dan 4 tidak bisa dipilih lantaran sumber daya yang dimanfaatkan tidak maksimal alias masih ada sisa modal. Maka pilihan selanjutnya ada pada kombinasi 1 dan 3. Berdasarkan keuntungan maksimal yang didapat, maka perusahaan X akan memilih kombinasi 1.

Kombinasi 3 terdiri dari 2 barang A dan 2 barang B, sedangkan kombinasi 1 terdiri dari 4 barang A dan 1 barang B. Dengan memilih kombinasi 1 maka artinya untuk memproduksi tambahan 2 barang A maka Perusahaan X harus mengorbankan 1 barang B. Maka, besar biaya peluang untuk memproduksi tambahan 2 barang A tersebut adalah 1 x 200.000 = Rp 200.000.



SISTEM EKONOMI


Sebagai seorang pelaku bisnis, Anda dituntut untuk mengetahui tentang sistem ekonomi yang berlaku di negara Indonesia. Dengan mengetahui sistem yang berlaku, hal tersebut akan memengaruhi keputusan bisnis yang Anda ambil pada periode tertentu. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan Anda sebagai pemilik atau pun pelaku bisnis merupakan bagian dari ekonomi suatu negara tempat Anda tinggal. Lantas, apa itu sistem ekonomi?

Sistem ekonomi merupakan cara yang dipakai oleh suatu negara untuk menyelesaikan atau menghadapi masalah dalam bidang ekonomi. Setiap negara memiliki sistem yang berbeda-beda, tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada negaranya.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail, berikut adalah pengertian sistem ekonomi dari beberapa ahli.

Gilarso

Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (produsen, konsumen, pemerintah, bank dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis dan kekacauan dalam bidang ekonomi dapat dihindari.

Gregory Grossman dan M. Manu

Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit ekonomi serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga saling menopang dan memengaruhi.

McEachern

Seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

Dari definisi-definisi tersebut, sebenarnya dapat ditarik satu kesimpulan tentang pengertian sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisir semua kegiatan ekonomi dalam anggota masyarakat, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, berdasarkan prinsip tertentu, demi mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

Fungsi Sistem Ekonomi



Fungsi sistem ekonomi secara umum adalah:

  • Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
  • Mengoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
  • Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat         terlaksana seperti yang diharapkan
  • Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Macam-macam Sistem Ekonomi


1. Sistem Ekonomi Tradisional

Suatu sistem dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya. Kelebihan dari sistem tradisional adalah adanya semangat kekeluargaan dan kejujuran dari setiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kelebihan :
  • Kegiatan perekonomian berjalan atas dasar kejujuran karena tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup bukan untuk mencari keuntungan.
  • Hubungan antar individu di masyarakat masih sangat kuat dan saling tolong-menolong.
  • Tidak terdapat kesenjangan ekonomi antara yang miskin dan yang kaya karena pendapatan cenderung merata.
  • Tidak terdapat inflasi, pengangguran, dan masalah lain yang terdapat pada sistem lainnya.
  • Pemerintah berperan sebagai pengawas sehingga tidak terjadi monopoli oleh pihak pemerintah.

Kekurangan :
  • Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik karena mengandalkan hasil alam.
  • Belum ada nilai standar dalam transaksi tukar-menukar suatu barang.
  • Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi sangat lambat.
  • Kualitas barang cenderung rendah dan sulit berkembang karena tingkat persaingan dalam pasar sangat rendah.
  • Sebuah erubahan dianggap tabu sehingga pola pikir masyarakat tidak berkembang.

2. Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi terpusat adalah sistem di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem terpusat antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).

Kelebihan :

  • Dapat mengurangi pengangguran karena pemerintah memegang kendali penuh terhadap semua faktor produksi.
  • Tanggung jawab perekonomian pada pemerintah sehingga pemerintah akan terus berinovasi agar ekonomi negara tetap stabil.
  • Jaminan kepada masyarakat bahwa produk dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Mudah mengendalikan harga dan pemerataan.
  • Inflasi mudah dikendalikan.
  • Kondisi pasar dalam negeri akan berjalan dengan lancar.

Kekurangan :
  • Mobilisasi yang cepat membuat sistem ini dapat menyebabkan kurangnya kebutuhan masyarakat karena produksi yang dihasilkan tidak selalu didasarkan atas permintaan masyarakat.
  • Penjatahan sering menjadi kebutuhan dan solusi.
  • Ini akan menghambat inovasi dari masyarakat.

3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)

Sistem ekonomi berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan daripada pemerintah. Landasan dari sistem perekonomian ini bertujuan secara umum untuk mencari keuntungan pribadi tanpa adanya pihak lain yang perlu dipertimbangkan.

Kelebihan :
  • Setiap perorangan atau perusahasa memiliki kebebasan dan mempunyai hak untuk memiliki kekayaan dan sumber daya produksi pribadi atau tidak dibatasi.
  • Inisiatif dan kreativitas dapat dikembangkan.
  • Tindakan selalu berdasar pada prinsip ekonomi sehingga efesiensi dan efektivitas tinggi.
  • Kebebasan dalam mempoduksikan produk atau jasa menyebabkan persaingan antar produsen (perusahaan) untuk menghasilkan barang yang bermutu.

Kekurangan : 
  • Kebebasan pasar menyebabkan persaingan untuk merebut pasar. Hal ini menimbulkan terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi sehingga mengancam pengusaha yang lemah.
  • Mendorong semakin terlihatnya kesenjangan antara golongan ekonomi kuat dengan ekonomi yang lemah.
  • Perekonomian mudah menghadapi ketidakstabilan.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi, akan tetapi di sisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.

Kelebihan :
  • Setiap hak individu akan diakui.
  • Penetapan harga dalam perekonomian akan terkendali.
  • Sektor ekonomi diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
  • Terdapat sebuah kebebasan dalam usaha.
  • Kestabilan ekonomi terjamin.
Kekurangan :
  • Beban pemerintah akan lebih berat dibandingankan dengan sektor swasta.
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan yang seharusnya didapatkan.
  • Tidak ada kejelasan mengenai batasan pengaruh pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
  • Ketimpangan dalam persaingan bisnis dan tidak tepatnya pengelolaan sumber daya.

5. Sistem Perekonomian Indonesia

Setelah melihat jenis-jenis perekonomian dunia tersebut, tahukah kamu perekonomian mana yang ada di Indonesia? Sistem perekonomian yang diterapkan oleh Indonesia adalah sistem perekonomian Pancasila. Sistem pancasila dipilih untuk diterapkan di negara kita karena di dalamnya terdapat makna demokrasi. Barang-barang yang dianggap sangat penting bagi eksistensi negara dan dibutuhkan banyak orang tidak boleh diserahkan pada pihak swasta.

Negara dapat membuat kebijakan, mengurus, mengatur, mengelola, dan mengawasi produksi strategis tersebut. Jika kekayaan tersebut dibiarkan begitu saja jatuh pada pihak yang salah maka kemakmuran masyarakat dalam memanfaatkan kekayaan tersebut sulit terwujud. Ekonomi Indonesia kini banyak ditopang oleh industri dan perdagangan, dengan fokus mayoritas di sektor ekspor. Mungkin itu sebabnya pula sekarang Indonesia didorong untuk memasuki industri 4.0 dan banyak wirausaha yang bermunculan.

Kelebihan :
  • Adanya kebebasan dalam berkreasi dan berinovasi selama tidak mengganggu kepentingan masyarakat.
  • Perekonomian nasional diutamakan untuk kemakmuran rakyat.
  • Pengelolaan perekonomian berjalan secara kolektif atau bersama-sama untuk mencapai kemakmuran bersama.
  • Hak milik individual diakui oleh negara selama pemanfaatannya tidak bertentangan dengan kepentingian umum.

Kekurangan :
  • Perekonomian cenderung berjalan kurang efisien karena sistem ini mengutamakan proses demokrasi yang membutuhkan waktu.
  • Proses pengambilan keputusan ekonomi berlangsung lambat karena harus diselaraskan dengan kepentingan bersama.
  • Adanya dominasi negara dalam pengelolaan perekonomian berpotensi meredam dan ‘membunuh’ daya kreasi dan inovasi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar